Kok Namanya Arje?

B Masin 011 150x150 - Kok Namanya Arje?
                   Arje Hotel Victoria Riverview

Meski William Shakespeare mengatakan “apalah arti sebuah nama”, namun tetap saja tiap orang perlu nama. Dengan nama itulah seseorang akan disapa, dikenal, lalu dikenang, sehingga kalau tidak ada alasan penting, jarang ada orang mau mengubah nama. Maka banyak teman lama heran, kok nama saya dulu Rahman sekarang  Arje?

Sebenarnya banyak alasan mengapa orang mengubah nama, antara lain:

Pertama, ingin dikenal sebagai orang lain untuk menghilangkan jejak. Mereka ini biasanya para teroris atau buronan yang selalu berganti nama agar tidak tertangkap. Contoh, kita pernah mendengar nama Taufik alias Abu Sayaf alias Alex alias Nurdin, teroris yang sangat ditakuti di Asia Tenggara.

Kedua, ingin mengubah status. Misalnya,  ingin mengubah status pria menjadi wanita: Ahmad Ashadi menjadi Dorce Gamalama dan Joko Wiryanto Suwito menjadi Jeanny Stavia (Avi “Naif”). Bisa juga ingin mengubah status dari  orang desa menjadi orang kota, misalnya Dewi Muria Agung menjadi Dewi Persik dan Ainurrohimah menjadi Inul Dara Tista.

100 56542 150x150 - Kok Namanya Arje?
Arje Palembang

Ketiga, untuk menyesuaikan dengan agama yang baru dianutnya. Jika dia sekarang menganut agama Islam maka dia akan menggunakan nama Muslim, misalnya Frank Ribery menjadi Muhammad Bilal  dan Johanes Hubertus Eijkenboom (Johny Indo) sekarang ganti nama menjadi Umar Billah. Begitu juga kalau sekarang dia masuk agama Katholik, maka dia akan menggunakan nama babtisnya.

Keempat, ingin mengubah peruntungan. Termasuk di sini mereka yang sekarang bernama Sudono Salim (dulunya Liem Siou Liong),  Tommy Winata (Oe Suat Hong),  Rudi Hartono (Nio Hap Liang), dan lain-lain yang terbukti mendapat hoki setelah menyandang nama baru tersebut.

Sedangkan perubahan nama saya  terjadinya secara kebetulan. Awal tahun 2002 saya bersama teman-teman mengalami pemutusan hubungan kerja dari IISIP yang sekarang dikelola oleh YKT (Yayasan Kampus Tercinta).  Mereka bukan hanya memecat kami, tapi juga menyewa pengacara Maruli Simorangkir & Associates,  menuntut kami ke pengadilan atas tuduhan  ‘melakukan perbuatan wan prestasi’ . Alhamdulillah Pengadilan Negeri Cibinong memenangkan saya dan menolak tuntutan YKT.  Mereka naik banding  bahkan sampai kasasi,  namun Pengadilan Tinggi Bandung maupun Mahkamah Agung tetap menolak  tuntutan YKT. Anehnya, dari tujuh orang yang dituntut melakukan wan prestasi oleh YKT, hanya saya yang dimenangkan oleh pengadilan.

Kehilangan pekerjaan, mendorong saya mencari nafkah dari tempat lain untuk membiayai istri dan anak-anak yang sudah mulai dewasa. Di luar IISIP, saya sering ditanya tentang kepanjangan  ‘A’  pada A. Rahman. Nah, untuk menghindari pertanyaan tersebut, saya memperkenalkan nama pemberian orang tua: Abdurrahman. Kadang di belakang nama itu saya tambahkan Jemat untuk mengenang nama ayah yang telah tiada.

Kebetulan pengelola hybrid leaning, Universitas Esa Unggul  mencantumkan nama saya Abdurrahman Jemat,  sehingga banyak  mahasiswa menyapa saya Pak Arje  (singkatan Abdurrahman Jemat). Saya pun jadi terbiasa dan enjoy dengan sapaan tersebut.

Resiko dan berkah

Menyandang nama baru bukan tanpa resiko. Banyak teman lama  tidak langsung mengenali saya. Buktinya ketika saya “add” di fesbuk banyak mereka masih bertanya “ini siapa?’. Bahkan banyak teman dan murid bimbingan saya di IISIP dulu, tidak lagi kenal saya. “Pangling!”, alasannya. Padahal saya termasuk “orang lama” di IISIP/STP.

Namun bagi saya berkah nama baru juga banyak (ini tentu juga berkah PHK). Antara lain bisa menikmati ruang kehidupan lebih luas,  menjalani pekerjaan  beragam,  dan bisa bekerjasama dengan berbagai kalangan  (view). Yang paling penting, saya bisa meyakini bahwa Allah   menurunkan rezeki dengan cara, dari tempat, dan dengan jumlah yang tidak bisa diduga.

Sekarang para teman fesbuk pun sudah terbiasa menyapa saya  “Abdurrahman Jemat”  atau   “Bung Arje”. Mahasiswa dan para kolega di kampus, termasuk Pak Rektor  memanggil saya “Pak Arje” alias Abdurrahman Jemat.  Enaknya nama  Abdurrahman Jemat belum ada yang menggunakan, sehingga  gampang dicari melalui  google. 

 

One thought on “Kok Namanya Arje?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *