Mendeteksi Beda Hemat dan Pelit

IMG 20180420 211749 150x150 - Mendeteksi Beda Hemat dan Pelit
Orang hemat

Beda hemat dan pelit sangat tipis. Kadang sulit diidentifikasi mana orang hemat dan mana orang pelit.  Mereka sama-sama malas “mengeluarkan dompet”, apalagi harus mengeluarkan uang dari dompetnya.

Ketika semua kebutuhan  masih tergantung orang tua, kadang kita menuduh mereka pelit. Tuduhan itu semata karena mereka menolak permintaan kita. Padahal kita tidak tahu, sesungguhnya mereka itu hemat, karena harus hati-hati mengelola keuangan agar bisa membiayai semua anaknya.

Begitu juga ketika duduk di bangku sekolah. Kadang kita menuduh teman pelit, karena dia jarang jajan  apalagi mentraktir teman. Padahal sesungguhnya dia itu orang hemat. Uang jajannya terbatas, sehingga harus diatur hati-hati agar bisa mencukupi keperluan sekolahnya.

Sebenarnya  ada petunjuk praktis membedakan orang hemat dan orang pelit. Orang hemat adalah mereka yang tidak mau mengeluarkan uang untuk hal  tidak perlu. Tapi untuk sesuatu yang sangat perlu, meski mahal pasti akan diadakan alias dibeli. Orang hemat tidak pernah mau membeli sesuatu yang mahal hanya karena gengsi.

Orang hemat tidak boros atau ‘besar pasak daripada tiang’. Dia selalu memperhatikan rumus  I=C+S, yaitu I (Income atau pendapatan) = C (Consumer atau konsumsi) + S (Saving atau simpanan).  Sedapat mungkin  menekan konsumsi  agar bisa menyisihkan uang untuk disimpan.

Orang pelit.

Orang pelit menganggap semuanya tidak perlu. Bahkan untuk hal yang sangat dibutuhkan, kadang dianggapnya tidak perlu. Jangankan mau mentraktir orang, membiayai keperluannya sendiri selalu sungkan.  Contoh orang pelit adalah pelajar atau mahasiswa yang selalu minjam pulpen dan buku temannya, padahal setiap hari dia butuh buku dan pulpen. Contoh lain,  perokok yang  jarang mau membeli rokok. Alasannya sedang berusaha  mengurangi rokok, padahal maksudnya mengurangi rokok teman.

Bagi pelajar atau  mahasiswa ingin mengetes apakah temannya pelit, ajaklah dia ke tempat jajan yang enak. Kalau dia bilang ‘malas’, langsung katakan: ‘Biar saya yang traktir!’  Nah, kalau dia bilang “yuk”, itu tandanya pelit.

Lalu Anda sendiri termasuk kelompok  yang mana, orang hemat atau pelit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *