Beda Uang dan Orang

IMG 20180418 174746 150x150 - Beda Uang dan OrangBeda uang dan orang sangat menyolok dan nilai uang dan orang sangat timpang. Uang  bisa  menentukan  nilai orang, tapi  orang tidak bisa menentukan nilai uang.  Hebatnya uang, nilainya  jauh melebihi nilai orang.  Uang   klimis dan uang lecak, nilainya sama.  Disimpan di brankas di ruang megah,  dilepit di sela dompet kucel dan butut, atau ditempatkan di dalam kaos kaki sobek dan bau, nilai uang tidak berubah. Uang semiliar di bank sama nilainya dengan uang satu miliar di gubuk reyot di tengah hutan.

Beda sekali dengan orang, karena si Kucel dan si Parlente nilainya sangat  beda.  Orang  gedongan dan orang pinggiran diperlakukan  tidak sama.  Orang  berdompet  tebal dan berdompet memble,  akan dipandang beda.  Perbedaan sangat menyolok bisa dilihat di bank.  Nasabah biasa harus ikut antrian panjang, sedangkan nasabah prioritas dilayani di ruang pimpinan. Bahkah ada nasabah prioritas yang hanya dengan angkat telepon, lalu uang diantarkan ke rumah oleh pejabat bank.

Unik

Sebagai makhluk, uang juga sangat unik. Uang diperlakukan sebagai tumbuhan sekaligus  sebagai hewan.  Uang  dianggap sebagai tanaman yang bisa tumbuh dan berkembang sehingga bisa dipetik bunganya secara bulanan. Sedangkan sebagai hewan, uang dianggap bisa  diternakkan, sehingga  ada orang  kaya  dengan cara “menganakkan” uang.

Mungkin karena diperlakukan seperti hewan,  maka uang  bisa mengubah prilaku orang menjadi seperti hewan sehingga kehilangan kemanusiaan.

Demi uang

Begitu  pentingnya uang  bagi orang, sehingga  banyak orang  rela membanting tulang demi uang.  Banyak orang  menganggap, segala cara bisa dilakukan yang penting dapat uang. Mereka tak peduli  apakah halal ataupun haram, demi uang hanya ada satu kata, “hantam!”

Bila uang sudah di genggaman, biasanya akan sangat disayang dan dipertahankan mati-matian.  Banyak orang  menganggap,  zakat dan pajak bukan kewajiban, sehingg harus dihindari melalui rekayasa pembukuan.   Saking  sayangnya mereka pada uang,  tidak sedikit  yang menjadikan uang sebagai Tuhan. Mereka  menganggap bisa melakukan apa saja dengan uang, termasuk untuk membeli dan membunuh orang.

Catatan: 
Tiap daerah memiliki sebutan berbeda tentang uang, misalnya:  Orang Aceh: Peng,  Karo:  Sen,  Batak:  Hepeng,  Padang: Pitih, Palembang: Duit,  Sunda: Artos,  Serang: Picis, Jawa: Arto,  Madura:  Pesse,  Bali: Pipis, Makasar: Doek, Manado:  Doe,  Ambon:  Kepeng,  Kupang: Doi,  Biak:  Pipi,  Wamena:  Eka,  Arab: Fullus,  Anak muda: Doku.
 
 

One thought on “Beda Uang dan Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *