Berbudi dan Berjudi

16583589 1745418479106712 2456746143992774656 n 150x150 - Berbudi dan Berjudi
Arje Berbudi

Kata berbudi dan berjudi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki pengertian sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Berbudi merujuk pada hal  positif, sedangkan berjudi berkonotasi negatif. Bebudi merupakan sifat baik: penuh sopan santun, suka menolong, dan tidak sombong, sedangkan berjudi merupakan perbuatan mengadu nasib dengan bertaruh di arena judi.

Namun bagi orang Palembang (Sumatera Selatan umumnya),  berbudi dan berjudi memiliki hubungan sangat erat.  Berbudi, bahasa Palembang berarti berbohong.  Orang berjudi pasti suka berbudi (berbohong),  bahkan tidak mungkin bisa menang berjudi jika tidak bisa berbudi (berbohong). Resiko berjudi pun sama dengan berbudi, jika menang atau tidak ketahuan bohong  bisa untung, namun bila kalah  atau ketahuan bohong akan  buntung.

Saya teringat kasus SBY-Boediono. Ketika kampanye  pemilihan Presiden 2009  mereka menetapkan semboran SBY-Berbudi.    Kalau semboyan tersebut diartikan dalam bahasa Indonesia, maknanya sangat bagus. Bisa merepleksikan singkatan nama SBY bersama Boediono. Juga bisa mewakili sifat SBY  yang santun alias berbudi.

Katakan tidak pada korupsi

Namun bila melihat banyak janji SBY  tidak terealisir,  terutama janji katakan tidak pada korupsi  dan  akan berdiri paling depan dalam memberantas korupsi , maka tidak heran kalau banyak orang  yang mengatakan SBY memang berbudi (berbohong).   Lagian kemenangan SBY waktu itu sama dengan menang berjudi. Utamanya, ketika Pemilihan Presiden  masyarakat belum tahu adanya  kasus korupsi Bank Century.

Maka tidak heran jika  menjelang berakhir masa pemerintahan SBY,  Lembaga Survey Nasional pernah merilis hasil survey yang menunjukkan  popularitas SBY turun jauh di bawah angka 50% (view). Melorotnya popularitas SBY berimbas pada hasil Pemilu Legislatif Partai Demokrat 2014. Partai yang didirikan dan dikomandokan Susilo Bambang Yudhoyono  melorot tajam. Turun dari posisi juara  ke urutan keempat, di bawah PDIP, Golkar, dan Gerindra. Fakta tersebut menunjukkan, masyarakat memang kecewa terhadap  SBY. Salah satu penyebabnya, karena dianggap telah berbudi (berbohong).

Pelajaran yang dialami  Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat pantas menjadi bahan introspeksi bagi partai lain.   Agar dalam Pemilihan Legislatif  yang digelar tahun 2018,  jangan mengumbar janji dengan berbohong alias berbudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *