Binatang Jangan Dipelihara

Tiga jenis binatang jangan dipelihara, yaitu: malas, minder, dan sombong.   Petuah ini saya dengar dari  mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik  dalam satu orasi ilmiah untuk sarjana baru Universitas Esa Unggul, di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat.

Saya sependapat dengan Wacik, sehingga nasehet tersebut  pantas saya sampaikan pada setiap  generasi muda, terutama mereka yang sedang bersiap memasuki dunia kerja.

Malas
Jero Wacik beritasatu 150x150 - Binatang Jangan Dipelihara
Jero Wacik

Penghambat utama kemajuan adalah sifat malas. Seperti dikemukakan Marzuki Alie , malas merupakan penyebab kemiskinan (view).  Orang malas itu selalu menunda  pekerjaan sehingga sering kehilangan kesempatan. Makanya  orang malas sering tersingkir dari pergaulan dan pekerjaan.

Saya teringat nasehat Almarhum A.M. Hoeta Soehoet, dosen sekaligus bos saya di Sekolah Tinggi Publisistik dulu. Dia sangat benci pada orang malas. Menurutnya, kalau orang bodoh bisa dididik menjadi pintar. Tapi kalau orang malas tidak mungkin bisa dididik menjadi apapun.

Minder

Biasanya yang membuat orang sulit maju adalah perasaan minder, karena akan kalah sebelum bertanding. Orang minder selalu menganggap dirinya terlalu rendah dan mengira orang lain luar biasa hebat. Dia menganggap apa yang ada pada dirinya tak mungkin diperhitungkan oleh orang lain.

Padahal setiap orang ada kelemahan sekaligus kelebihan.  Tak perlu meratapi kekurangan.  Penting baginya untuk mengoptimalkan kelebihan dan memperbaiki kekurangan (view).

Saya teringat pengalaman ketika tes mengajar di perguruan tinggi ternama di kawasan Karawaci Tangerang. Sebelum tes saya dapat informasi, perguruan tinggi tersebut mengutamakan: lulusan luar negeri, penguasaan bahasa Inggris yang fasih, dan lebih memprioritas pemeluk agama tertentu.

Ketiga hal tersebut tidak saya miliki  sehingga wajar bila membuat  saya minder. Tapi saya  yakin bisa diterima karena tahu mereka membutuhkan dosen  Jurnalistik, bidang yang saya kuasai.

Tes  dilakukan  tiga orang, semuanya menggunakan bahasa Inggris. Saya konsisten menjawab dalam bahasa Indonesia. Ketika mereka menanyakan tentang  jurnalistik, saya jawab panjang lebar, mulai dari sejarah,  perkembangan,  hukum dan etika,  kasus-kasus, hingga persoalan yang melingkupi dunia jurnalistik.

Saya melihat wajah mereka puas dan  saya diterima!

Sombong

Orang sombong selalu menghargai dirinya terlalu tinggi dengan merendahkan orang lain. Maka orang  sombong tidak disukai semua orang, termasuk oleh orang sombong lainnya.

Sikap sombong  biasanya timbul karena mendapat anugerah dari Tuhan, tapi dia menganggap sebagai hasil usahanya sendiri.  Dia juga menganggap, apa yang dimiliki sekarang akan abadi.

Padahal apa sih yang bisa disombongkan dalam dunia ini? Cakep dan pintar bisa sekejap menjadi jelek dan idiot hanya karena kecelakaan kecil. Kekayaan dan jabatan bisa tiba-tiba lenyap  hanya karena bencana atau perubahan situasi politik.

One thought on “Binatang Jangan Dipelihara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *