Hewan dan Manusia

Ketika Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono bilang “lebaran kuda”, istilah tersebut langsung viral di media sosial. Banyak yang menduga, penggunaan kata “kuda” berhubungan dengan peristiwa sehari sebelumnya, Presiden Jokowi berkunjung ke kediaman Prabowo Subianto dan mereka menunggang kuda.

Penggunaan nama hewan
Tahun Kuda 150x150 - Hewan dan Manusia
Hewan dan Manusia

Nama hewan  sebagai lambang komunikasi  biasa digunakan di Indonesia. Namun penyebutan nama hewan tak pernah spesifik merujuk ke seseorang, kecuali untuk memuji. Contoh Bung Kancil untuk Adam Malik yang lincah. Singa podium untuk Soekarno yang pidatonya selalu memukau. Burung merak untuk WS Rendra yang selalu tampil mempesona mendeklamasikan sajaknya..

Kebanyakan penggunaan nama hewan untuk menggambarkan  sifat buruk seorang. Contohnya:  buaya darat,  istilah khusus untuk laki-laki mata keranjang. Bandot  (kambing) tua  untuk lelaki tua yang masih  menyukai “daun muda”. Kucing garong, untuk pria penyuka sembarang perempuan. Bajingan tengik, untuk laki-laki tidak setia dan tak bisa dipercaya.

Binatang  juga digunakan untuk menggambarkan pelaku kejahatan. Misalnya,  tikus kantor sebagai istilah untuk koruptor. Bajing loncat  untuk istilah bagi pencuri dengan cara meloncat dari kenderaan.

Nama hewan dipakai juga  sebagai penghalusan  istilah bagi pelanggar kesusilaan. Misalnya, kupu-kupu malam  untuk istilah bagi  wanita tuna susila. atau pelacur jalanan. Ayam kampus, untuk  istilah bagi pelacur yang berstatus mahasiswi.

Hewan menggambarkan sifat

Ada lagi hewan yang digunakan  untuk menggambarkan sifat manusia secara umum. Misalnya: tenaga kuda (kuat),  ular kepala dua (tidak bisa dipercaya),  otak udang (bodoh), otak keledai (dungu),  muka badak (tak bermalu), serta kacamata kuda (tak peduli pendapat orang lain). Ada juga hewan  digunakan untuk perumpamaan. Contohnya: licin bagai belut,  lucu kayak kelinci, jinak-jinak merpati, alis seperti semut beriring, dan seindah mata elang.

Ada juga hewan  digunakan  sebagai ekspresi kemarahan  atau untuk melecehkan. Misalya, babi, anjing, monyet, dan bangsat! Namun ada juga hewan yang digunakan untuk kebanggaan. Contohnya, Macan Kemayoran dan Maung Bandung.

Satu hal yang tak pernah ada, hewan diistilahkan seperti orang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *