Introspeksi dan Membela Diri

Introspeksi 150x150 - Introspeksi dan Membela Diri
                                   Arje-ngopi

Introspeksi dan membela diri itu berseberangan arti. Kalau Introspeksi, berusaha melihat ke dalam diri sendiri apa saja yang perlu dikoreksi. Apa saja yang salah dari dirinya sehingga perlu diperbaiki. Fokusnya pada diri sendiri agar lebih baik dan lebih baik lagi di masa mendatang. Mereka  yang selalu introspeksi, tidak pernah menyalahkan orang lain atas  ‘musibah’ atau kesialan  yang dialami. 

Sedangkan mereka yang membela diri, selalu berusaha menonjolkan kehebatan diri. Dia akan mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain atas hal buruk atau kesialan yang dia alami. Orang yang membela diri selalu menganggap kesalahan dan kesialan  berasal dari luar dirinya.

Memang paling gampang melihat ke luar dibanding  ke dalam diri.   Seperti kata pepatah: ‘Semut di seberang lautan bisa nampak, tapi gajah di pelupuk mata tak kelihatan’. Artinya,   orang yang biasa membela diri,  selalu bisa detail melihat kesalahan orang lain, tapi luput melihat kesalahan diri sendiri. Mereka sangat susah menerima  ada kebenaran lain selain dari yang dia yakini.

Sombong karena percaya diri

Orang yang suka membela diri biasanya  memiliki percaya diri berlebihan. Orang seperti ini  paling gampang dirasuki kesombongan. Maka kadang tanpa sadar ucapan dan tindakannya menyakiti orang.  Dia baru sadar setelah ‘kelakuannya’ jadi bumerang.

Barangkali kasus Sis Mario Teguh dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  bisa jadi cermin. Kedua tokoh ini mengalami  ‘gonjang-ganjing’ karena (maaf)  terbersit kesombongan dalam ucapan dan perbuatan.

Mario Teguh ngomong ‘kasar’ melecehkan  Ario Kiswinar melalui siaran  Kompas TV, padahal Kiswinar itu darah dagingnya sendiri. Akibatnya,  Mario terpaksa menghentikan acaranya di Kompas TV  meski  waktu itu sangat digemari.  Sedang Basuki Tjahaya Purnama  alias Ahok terkesan selalu merasa paling pintar dan benar. Dia tidak segan menggunakan kata kasar. terutama ketika sedang memarahi siapa saja yang dianggapnya salah.

Maka ketika bicara tentang budidaya ikan di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, dia ‘kecoplosan’ bilang  sesuatu di luar konteks. Tiba-tiba keluar dari mulutnya kata ‘dibohongi  pakai Almaidah 51’.  Ahok terpaksa mendekam di penjara akibat ucapannya yang dinyatakan terbukti melecehkan agama.

Kiranya kasus Mario Teguh dan Ahok cukup bagi kita untuk mawas diri. Terlalu percaya diri membuat kita selalu ingin membela diri. Lupa introspeksi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *