Islam, Agama Proses

Islam agama proses, begitu pemahaman saya terhadap  agama yang saya imani.  Dalam Islam, kita hanya dituntut menjalani proses secara baik dan benar, sedangkan hasil  urusan Allah.  Maka  ukuran keberhasilan tidak dilihat berdasarkan capaian, tapi berdasarkan proses menuju capaian tersebut.

  Kita hanya wajib  percaya, bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan melalui proses yang benar, akan menuai hasil akhir yang baik. 

Niat baik
Pelatihan Dai 150x150 - Islam, Agama Proses
Arje

Proses yang dimaksud di sini adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam mencapai keberhasilan. Nah, dalam Islam, proses itu harus bermula dari niat.  Seperti dijelaskan Nabi Muhammad Saw (HR Bukhari-Muslim),  setiap amal perbuatan ditinjau dari segi niat atau tujuannya. Dengan demikian, sebaik apapun kegiatan  dan sebanyak apapun hasil yang dicapai, tidak akan mendatangkan pahala jika tidak pernah diniatkan. 

Sebaliknya, niat yang baik meski belum dilaksanakan atau belum mendatangkan hasil, sudah dicatat  sebagai kebaikan. Bahkan dalam satu kesempatan Nabi  Saw pernah menjelaskan, ada orang-orang yang memperoleh pahala sama dengan mereka yang ikut perang fisabilillah, karena sudah niat ikut perang namun berhalangan (HR Bukhari).  Maka perlu adanya  niat baik dalam setiap langkah dan perbuatan yang akan kita lalukan.

Niat baik ada di hati dan tidak serta merta muncul, sehingg perlu latihan agar niat baik bisa  menyertai setiap perbuatan.   Niat yang baik selalu lahir dari prasangka baik, termasuk prasangka baik pada Allah SWT yang akan memberikan ganjaran yang baik.

Cara baik

Proses melaksanakan niat baik harus juga dilaksanakan dengan cara baik dan benar.  Waktu, tempat, dan cara melakukannya harus sesuai ketentuan Allah SWT.  Contoh dalam melaksanakan sholat dan puasa,   harus dilakukan pada waktu, tempat, dan dengan cara yang sudah ditentukan. Sholat dan puasa pada waktu yang salah, apalagi dengan cara yang menyimpang, akan dianggap  sebagai kesesatan.

Begitu juga dengan haji.  Bila ingin memperoleh ‘Haji Mabrur”, haji yang sempurna, maka niat dan proses yang dijalankan dalam  berhaji harus sesuai ketentuan yang dibenarkan dalam Islam.  Maka setiap perbuatan, termasuk kuliah dan kerja harus dimulai dengan niat baik dan dilaksanakan dengan cara baik dan benar sesuai ketentuan.

Jadi baik

Karena lebih menghargai proses dibanding hasil, Islam tidak silau pada materi. Bagi Islam, banyaknya harta dan tingginya gelar bukan ukuran keberhasilan.  Keberhasilan seperti itu masih perlu dinilai:  bagaimana cara mendapatkan dan dipergunakan untuk apa? Artinya, andai harta dan gelar diperoleh secara baik, tetap akan dipertanyakan apakah digunakan secara baik.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan dalam Islam  adalah jadi baik dan lebih baik. Bahkan sholat, puasa, dan haji seorang  belum sempurna bila tidak mampu mengantarkannya jadi baik. Maka setiap Muslim harus mengupayakan agar  di akhir khayatnya  mendapat predikat  khusnul Khotimah, meninggal dunia sebagai orang baik.

Mungkin baik juga di sini saya mengingat nasehat Almarhum Kang Ebet Kadarusman; It’s nice to be important, but more important to be nice. Memang baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *