Sepenggal Kisah Pernikahan

Kalau ditanya, apa yang paling berharga yang saya punya?  Itu adalah rumah tangga! Pertama menulis kisah ini, usia pernikahan kami  memasuki usia 32. Ketika tulisan ini saya pindahkan ke blog ini, usia perkawinan kami sudah mencapai 35 tahun. Kami punya tiga anak dan tiga mantu, empat cucu. 

Menikah muda
Foto Pernikahan 1982 150x150 - Sepenggal Kisah Pernikahan
Pernikahan Februari 1982

Rumah tangga ini dibangun melalui perjuangan  tidak mudah. Ketika menikah usia kami baru 22, baru duduk di Tingkat III, dan sama-sama belum bekerja. Masa pacaran juga tidak lama. Itu pun  jarang berjumpa, karena dia tinggal di Asrama Putri IAIN Ciputat dan saya kos di Jalan Bangka.

Proses pernikahan sangat sederhana.  Saya diajak ke rumah pamannya di Komplek Departemen Agama, Kedoya, Jakarta Barat. Tujuannya untuk diperkenalkan dengan pamannya  yang menjabat Personalia Departemen Agama. Bagi kebanyakan orang proses perkenalan seperti itu hal biasa, namun beda bagi Paman. Dia panggil saya dan bilang: “Dalam keluarga kami tidak dikenal adanya pacaran. Kalau kamu serius, bawa orang tuamu ke sini. Saya akan panggil kakak saya dan nikahkan kamu. Tapi kalau orang tuamu tidak datang, silakan jauhi keponakan saya!  Saya tahu kalian belum bekerja…  Saya bisa masukkan ke  Departemen Agama”

Merasa tertantang, saya pulang kampung. Saya minta ayah datang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan saya. Singkat cerita, kami menikah di Kompleks Gaya Motor Cilincing, Jakarta Utara, di rumah salah seorang pamannya yang lain. Upacara pernikahan sederhana tapi meria, dihadiri kedua orang tua dan semua saudara serta kerabat yang ada di Jakarta.

Ketika muda 300x225 - Sepenggal Kisah Pernikahan
                                                            Arje Kala Muda

 

Biaya pernikahan malah lebih banyak ditanggung oleh paman yang menjadi tuan rumah. Penghulunya adalah Haji Ahmad Siddiq, Kepala KUA Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (waktu itu)  yang bersedia datang ke Cilincing karena ‘diminta’ oleh paman yang menjadi ‘Pejabat Departemen Agama’.

Berdua di Yogya 300x225 - Sepenggal Kisah Pernikahan
Suka duka berdua

 

Menjalani rumah tangga di usia muda tentu bukan perkara mudah.   Maka ada beberapa sebutan untuk orang menikah muda, antara lain: nekad, berani, dan gila. Untuk kasus pernikahan kami, ketiga sebutan tersebut benar semuanya.  Bayangkan, di usia masih muda harus menyelesaikan kuliah sambil bekerja, berusaha membangun rumah tangga dengan kondisi ekonomi seadanya. Satu-satunya modal kami yang  membuat semuanya jadi mudah karena kami menikah atas  kehendak berdua   dan  atas restu  orang tua serta keluarga.

Bersama cucu 247x300 - Sepenggal Kisah Pernikahan
 
                                         Cucu Pertama
Pertolongan Allah

Alhamdulillah — Allah merestui rumah tangga kami hingga memasuki usia ke-35.  Sejauh ini kami bahagia, tentu  menurut ukuran hidup “sederhana dan apa adanya”.  Memang ada sedikit duka, tapi yang kami rasakan jauh lebih banyak sukanya . Sekarang semua anak kami sudah berkeluarga, sudah punya anak semuanya.

 

Tiga anak tiga mantu dan tiga cucu 300x207 - Sepenggal Kisah Pernikahan
                               Bersama anak, mantu, dan cucu

 

Semoga Allah mengizinkan kami masih dalam keadaan sehat walafiat bisa menyaksikan cucu-cucu tumbuh dewasa,  menikah,  dan membesarkan anak-anak mereka. Semoga kami bisa selalu menikmati senyum bahagia mereka.

IMG 20141127 123205 300x168 - Sepenggal Kisah Pernikahan
                                                        Pantai Pandawa

 

Pulau Harapan 7 150x150 - Sepenggal Kisah Pernikahan
                             Ada  duka tapi lebih banyak suka  

8 thoughts on “Sepenggal Kisah Pernikahan

  1. veronica widjaja says:

    Pak Arje
    foto saat muda persis artis holiwud deh….
    keren !!

    semoga bapak dan ibu sehat dan walau sudah banyak umur pernikahannya
    tetap bisa didoakan “semoga tercapai cita-cita” bapak dan ibu….
    karena sampai akhir hayat, manusia tetap punya cita dan harapan yang ingin diwujudkan….
    AMIN

  2. Salah satu makna yang indah yang terkandung dari mutiara pernikahan adalah indahnya nilai kebersamaan. Dimana cinta dan kasih sayang yang tulus akan menghiasi setiap hari dalam meniti bahtera rumah tangga hingga kita tua bahkan sampai usia pun menutup kita. Karena nilai-nilai kebersamaan itu lebih indah dibandingkan mutiara-mutiara yang lain, karena ia adalah cinta sejati dan kasih sayang yang murni dan senantiasa akan abadi hingga masa tua kita. Cara untuk meraih kebersamaan tersebut yaitu diantaranya adalah dengan senantiasa terus berusaha untuk saling memahami dan berbagi baik dalam suka maupun duka, tidak ada amarah yang selalu diumbar dan tidak ada kedustaan yang akan membuat retaknya rumah tangga. Karena ia adalah suatu bentuk kejujuran yang berbalut keikhlasan untuk menyatukan semua rasa dalam hati hingga indahnya mutiara akan senantiasa berkilau walau masa tak lagi muda.

  3. Restiana Ningsih says:

    Pak Arje, Istri Bapak waktu muda mirip dengan Ratu Dangdut Indonesia Elvi Sukaesih…hehehehhe ( serius lho pak )..

    Semoga selalu diberikan kesehatan untuk Bapak dan Keluarga ya serta selalu diberikan kebahagiaan oleh Allah, amin….

    Hatur Nuhun Pak,….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *