Pencarian Berita

Pengantar

Mencari berita sebenarnya tidak pas jika merujuk pada  pengertian berita.  Wartawan  tidak  mencari berita,  melainkan mencari bahan untuk  ditulis menjadi berita. Maka istilah paling tepat  adalah mencari bahan berita atau pengadaan bahan berita. 

Ikut meliput di Mabes Polri 009 150x150 - Pencarian BeritaKegiatan pengadaan bahan berita dikenal dengan beberapa istilah. Ada yang mengatakan perburuan berita (news hunting). Istilah ini merujuk pada kenyataan bahwa wartawan harus memburu sumber berita agar mendapatkan bahan berita yang diharapkan. Namun ada juga yang bilang  pengumpulan berita (news gathering), merujuk pada pekerjaan wartawan yang hanya mengumpulkan bahan  dari berbagai sumber berita.

Banyak juga yang menggunakan istilah reportase berita, yaitu melaporkan berita  dari tempat kejadian. Namun yang paling populer digunakan oleh kalangan wartawan adalah peliputan berita.

Cara pengadaan berita

Meliput Berita1 150x150 - Pencarian BeritaMendapatkan bahan berita bisa dengan empat cara: 1) menerima dari khalayak tanpa diminta, 2)  memonitor berita dari  berbagai media massa cetak maupun elektronik dari seluruh dunia, dan 3)  melihat pernyataan yang ditulis dalam akun media sosial, dan 4) menyaksikan  peristiwa dan atau mewawancarai sumber berita secara langsung.

Pertama,  menerima langsung dari khalayak tanpa diminta. Ini adalah cara mengadaan berita paling murah namun tidak mudah, karena jarang sekali ada masyarakat dengan sukarela menyampaikan informasi kepada media.  Sekarang kita lihat yang secara rutin mendapat informasi dari masyarakat hanyalah radio (contohnya Elshinta), sedangkan media cetak dan televisi hanya sekali-sekali saja mendapatkan informasi seperti ini.

Namun perlu diingat,   pasti ada motif pribadi di balik penyampaian informasi oleh masyarakat. Maka perlu dilakukan cek dan ricek untuk meyakinkan informasi tersebut memang akurat. Selagi informasi itu benar dan berguna bagi khalayak, wartawan boleh saja mengabaikan motif tersebut.

Kedua,  memonitor berita media massa merupakan cara pengadaan berita paling mudah dan murah.  Wartawan bisa mengutip berita dari media massa lain, terutama media asing  yang tidak diakses oleh khalayaknya. Namun  pengutipan berita dari media lain harus jujur, harus mengemukakan secara jelas  nama media tersebut.

Ketiga, membaca tulisan atau gambar dalam akun media sosial sumber berita.  Sekarang, menurut hasil penelitian Dewan Pers,  ada kecenderungan wartawan juga memanfaatkan  akun jejaring sosial: facebook,  twitter, dan instagram sebagai sumber berita. Kegiatan  seperti ini harus hati-hati karena kadang dunia maya itu tidak sama dengan dunia nyata. Meski nama dan fotonya benar, bisa saja akun tersebut bukan milik yang bersangkutan. Kalaupun akun tersebut benar milik  seseorang, bisa saja telah diretas orang lain, sehingga informasi yang dimuat berasal dari yang bersangkutan.

Keempat,  menyaksikan peristiwa dan mewawancarai sumber berita.  Kegiatan peliputan berita  seperti ini sangat penting dikuasai wartawan. Dia harus menyaksikan peritiwa terduga maupun tak terduga,  mengumpulkan bahan berita dari tempat kejadian, lalu menulis naskah  berita untuk diserahkan kepada redaksi.

Peristiwa terduga dan tak terduga

Meliput peristiwa terduga tentu lebih mudah dibandingkan  meliput peristiwa tidak terduga. Peristiwa terduga sudah diketahui  dimana dan kapan akan terjadi sehingga bisa mempersiapkan diri. Sebelum meliput peristiwa tersebut, wartawan sudah bisa mempersiapkan peralatan  yang akan dibawa, menentukan waktu keberangkatan, memprediksi apa yang akan dilakukan di lokasi kejadian, bahkan membuat janji wawancara  dengan nara sumber di tempat kejadian.

Namun ketika  meliput peristiwa tak terduga, wartawan tidak pernah tahu kapan dan dimana peristiwa akan terjadi. Tidak mungkin bisa mempersiapkan diri seperti pada meliput peristiwa terduga.  Misalnya peristiwa bencana alam yang  terjadi pada waktu dan tempat yang tidak pernah terduga, sehingga  kadang memaksa wartawan buru-buru meliput tanpa sempat mempersiapkan diri.  Kadang karena akibat bencana itu begitu besar, menuntut kesiapan mental luar biasa berada di tempat kejadian.  Dalam meliput, wartawan juga harus memperhatikan kondisi psikologis para sumber berita yang menanggung akibat bencana tersebut.

Slide: PENGERTIAN & PENGGOLONGAN REPORTASE

Slide: MELIPUT FAKTA PERISTIWA

Slide:  REPORTASE JURNALISTIK

 

7 thoughts on “Pencarian Berita

  1. Kadang kita harus menerapkan prinsip dalam silat, mudur satu langkah untuk maju ke delapan penjuru angin. Jangan ragu untuk berhenti sejenak, jika belum sangat yakin bahwa maju sekarang tidak mungkin mendapat hasil optimal. Terima kasih.

  2. nilam cahya says:

    pak saya siswa smk akuntansi , saya dapat tugas dari guru pkn ,,
    nih soalnya … dalam meliputi berita atau mencari informasi perlengkapan apa saja yang harus dibawa untuk meliputi berita tersebut ?? tolong bantuannya yA

    • 1). Kamu hrs bawa tape (bisa pake hp) krn sumber itu ngomong terlalu cepat, pasti gak sempat untuk dicatat semua. Jangan mengandalkan hanya ingatan, krn ingatan kita terbatas. Kadang waktu meliput kita ingat, tapi sampai di rumah ada bagian yang lupa. 2) Bawa tustel, agar bisa merekam kejadian penting. Juga bisa menjadi bukti kalau guru kamu gak percaya kalau kamu sdh meliput.

      Paling penting, kamu harus berani berada di tempat kejadian. Juga jangan minder ketemu sumber berita, siapapun dia.

  3. I see many sites outrank your website in google’s search results.

    You should build more contextual backlinks. These type of backlinks are the best after all
    these google algorithm updates. Writing articles is hard work,
    but i know what tool will save you a lot of time. This tool can also make you money, just search in google for:
    Darxvor’s essential tool

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *