Empat Istri Barulah Orang Banjar

Anekdot Orang Banjar  ini disampaikan Ustadz H. Muhammad Arifin Ilham, seorang dai terkenal asal Banjar, ketika berceramah di Mesjid Agung, Banjarmasin, 2008. Kebetulan waktu itu saya menjadi konsultan Kominfo untuk Program Keluarga Harapan, wilayah Kalimantan Selatan. Kebetulan juga ada waktu  mengikuti ceramah untuk memperkaya wawasan dan sudut pandang.

Arifin Ilham Orang Banjar 150x150 - Empat Istri Barulah Orang Banjar
Arifin Orang Banjar

Kebetulan lagi tema ceramah Arifin waktu itu tentang keluarga. Dia menjelaskan bagaimana membina keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah.

Nah, di tengah ceramahnya, Sang Ustadz menyempatkan diri menyampaikan anekdot tentang Orang Banjar. Hadirin pria terlihat bersemangat, sedangkan hadirin wanita tersenyum kecut merasa tersengat.

“Saya gagal jadi Orang Banjar!” ujarnya sambil senyum.

Arifin melanjutkan, bagi Orang Banjar:  kalau pria hanya beristri satu, artinya baru belajar. Kalau pria beristri dua itu wajar. Kalau pria mampu beristri tiga masuk kategori terpelajar. Nah, kalau pria beristri empat barulah Orang Banjar!  

Saya melihat semua hadirin  pria tertawa girang, tapi sebagian besar hadirin wanita merengut dan memalingkan pandangan.

Tahun 2011, istri saya menghadiri ceramah Ustadz Arifin di Perumahan Mampang Indah Dua, Kota Depok. Di tengah ceramahnya,  Arifin mengumumkan telah memiliki dua bidadari alias sudah beristri dua. Artinya, Ustadz Arifin sudah naik kelas: semula baru  belajar (beristri satu), sekarang menjadi pria wajar (beristri dua). Arifin juga  menganjurkan kepada Ustadz Huda dan ustadz lainnya agar mengikuti jejaknya, beristri dua. Hadirin perempuan langsung  mengerutkan wajah.

Video viral di media sosial

Pertengahan tahun 2017, Arifin Ilham merilis videonya sedang menggandeng mesra dua wanita. Sebelah kiri wanita berjilbab putih, sebelah kanan perempuan bercadar warna hitam. Nampak mereka  akrab dalam pelukan Arifin Ilham.

Video tersebuti viral di media sosial. Lalu menjadi perbincangan di warung kopi dan  tempat pengajian.

Di rumah saya, istri  ikut  berkomentar, membuat kuping saya tergetar. Tak tahan dengar ocehan, saya bilang, biarkan saja  Arifin  menaikkan kelasnya jadi Orang Terpelajar. Mungkin dia sedang berusaha menyempurnakan diri menjadi Orang Banjar (empat isteri).

“Dasar laki-laki!” ketus istri saya sambil beranjak pergi.

2 thoughts on “Empat Istri Barulah Orang Banjar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *