Petunjuk Penulisan Berita

Bagi wartawan pemula, menulis berita kadang cukup menyiksa. Apalagi jika mereka sering  salah, akan jadi objek marahan redaktur media.  Begitu juga praktisi humas pemula, daripada menulis, mereka lebih suka  berbicara.

Penulisan berita

Arje 2 150x150 - Petunjuk Penulisan Berita
arje-pelaihari

Sebelum menulis berita,  hendaklah mengetahui  “apa itu berita?” Salah satu definisi berita yang memberi petunjuk tentang berita  dikemukan oleh Michel V. Charnley dan Blair Charnley:  “News is the timely report of fact or opinions that hold interest or importance, or both,  for a considerable number of people”. (read)

Berita itu merupakan laporan terbaru tentang fakta (peristiwa) dan atau pendapat yang menarik dan atau penting bagi khalayak. Sebagai laporan,  fakta harus disampaikan apa adanya. Yaitu sebagaimana terjadi peristiwa yang disaksikan atau pendapat yang didengar/dibaca.  Namun fakta yang dilaporkan itu hendaklah fakta yang menarik dan atau penting bagi khalayak. (read)

Suatu fakta  dikatakan menarik, jika berpotensi menggugah emosi khalayak. Membuat mereka gembira, sedih, gemas, dongkol, atau marah. Juga bisa membangkitkan  simpati, empati, maupun antipati khalayak. Sedangkan fakta disebut penting, jika peristiwa dan pendapat tersebut berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi khalayak.

Fakta penting biasanya  juga menarik, sedangkan fakta menarik belum tentu penting. Tapi fakta penting, aktualitasnya lebih pendek karena  cepat basi dan cepat berubah. Sedangkan fakta menarik memiliki aktualitas lebih lama. (read)

Melaporkan fakta penting

Karena fakta penting cepat basi, maka harus buru-buru dilaporkan. Beritanya harus ditulis  dalam bentuk straight news (berita lempang). Apa adanya sebagaimana  dilihat dan didengar di lapangan. Penulisannya harus  menggunakan  struktur piramida terbalik. Mulai dari fakta paling penting makin ke bawah kian kurang penting.

Fakta paling penting ditempatkan di alinea pertama (lead), lalu alinea lain (bodi berita) berisi fakta untuk melengkapi informasi di jelaskan dalam lead.

Fakta paling penting adalah bagian fakta yang paling ingin diketahui pertama kali oleh khalayak. Misalnya, jika tentang peritiwa musyawarah nasional, tentu yang ingin tahu pertama kali, apa keputusan musyawarah tersebut.

Jika tentang bencana atau musibah, masyarakat ingin tahu berapa banyak korbannya. Jika tentang pertandingan olahraga, masyarakat ingin tahu hasil pertandingan itu.

Tulisan lead biasanya dimulai dengan unsur “what”, apa yang terjadi. Namun jika menyangkut orang penting (name makes news) dimulai dari unsur “who”, siapa (namanya) melakukan apa atau mengatakan apa.

Contohnya: Sekitar 300 sopir angkot  hari ini berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengembalikan fungsi Jalan Jati Baru, Tanah Abang. Mereka mengancam  akan memblokir Jalan Jati Baru bila tuntuntannya diabaikan.

Pada alenia berikut diupayakan melengkapi unsur 5W+1H (what, who, where, when, why, dan how), yang belum dijelaskan. Biasanya lead  hanya mengungkapkan sekilas tentang 5W+1H, penjelasannya dimuat pada bodi.

Misalnya pada contoh lead berita di atas, masih  perlu dijelaskan mengenai:  bagaimana situasi unjukrasa? Siapa saja yang terlibat dalam unjuk rasa? Mengapa mereka berunjuk rasa? Bagaimana jalannya dan situasi unjuk rasa? Siapa saja yang menemui mereka dan bagaimana tanggapannya?

Melaporkan fakta menarik

Fakta menarik biasanya unik, sehingga tidak banyak orang mengetahuinya. Meski fakta tersebut sudah agak lama, tapi masih menarik bagi khalayak. Maka penulis bisa lebih leluasa merancang tulisannya. Misalnya  melengkapi tulisan itu dengan fakta lain agar uraiannya lebih komprehensif. Juga bisa memilih kata atau kalimat yang lebih tepat dan menarik  bagi khalayak.

Lead berita mengenai fakta menarik tidak mengharuskan  kelengkapan 5W+1H. Biasanya  penulisan lead dimulai dari unsur “why” atau “how”, ditambah dua atau tiga unsur lainnya. Lalu unsur fakta yang tidak lengkap pada lead diuraikan dalam bodi.

Contoh penulisan lead berita tentang fakta menarik: NATUNA Kompas.com – Penenggelaman kapal yang seakan menjadi trademark Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dirasakan berdampak baik bagi sebagian nelayan di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Ketua Koperasi Nelayan Pulau Subi Mahyu bercerita bahwa saat ini dia sudah jarang sekali menemukan adanya nelayan asing yang masuk ke perairan Indonesia”.

Pada bodi beritanya dimuat kutipan pernyataan Mahyu: “Sekarang sudah jarang, kapal asing memang sudah turun cukup drastis, tidak seperti dulu,” ujar Mahyu saat ditemui di Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Natuna, Kepulauan Riau, Senin (29/1/2018).

Di samping memuat cerita Mahyu tentang dampak penggelaman kapal,  seyogyanya berita ini memuat juga data berapa kapal yang sudah ditenggelamkan, berapa yang sedang menunggu eksekusi peneggelaman, dan berapa yang lolos.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *