Politisi Blusukan Banjir

Banjir yang melanda Jakarta menjadi ajang bagi para politisi melakukan kampanye terselubung menjelang pencalonan. Mereka  menggunakan strategi blusukan ala Jokowi dan SBY untuk menggaet massa.  Secara diam-diam para politisi itu mendatangi lokasi banjir,  mereka memberikan bingkisan. Lalu kalau ada kesempatan menyisipkan kartu nama dan bisikan agar  tidak melupakannya dalam pemilihan..

Malam Jumat, kebetulan terang bulan, paling banyak politisi melakukan blusukan. Salah seorang di antara mereka adalah  Darman (maaf bukan nama sebenarnya dan bukan sebenarnya nama), politisi muda belia hasil katrolan.  Dia mendatangi kampung tempat banjir paling parah yang ada di pinggiran ibu kota.  Kebetulan di sana banyak wartawan, sehingga banyak politisi yang sangat bersemangat untuk datang dan menyerahkan berbagai bingkisan: pakaian, makanan, obat-obatan, dan uang kepedulian.

Banjir intainews 150x150 - Politisi Blusukan Banjir
Banjir -intainews

Darman juga tidak mau ketinggalan mencoba memancing sorotan kamera wartawan. Dia mencari lokasi strategis agar tetap menjadi pusat perhatian.  Darman berusaha masuk ke tempat banjir paling parah, berjalan menyelusuri pematang,  dan biyuuuur, dia menceburkan diri ke air di jalanan. Sialnya,  Dia  terperosok  masuk  selokan dan terseret deras banjir kiriman. Darman berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri,   tangannya menggapai tak berdaya, dia hanyut terseret air sambil menjerit ketakutan.

Untungnya  regu penolong sangat sigap dan cepat bereaksi menolong Darman.  Meski dia telah terseret cukup jauh, Darman masih bisa diselamatkan. Dia dibawa ke posko kesehatan dan dibaringkan di bangsal di tengah ruangan.

Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Darman kaget karena semua orang yang ada di situ dia kenal. Mereka semua adalah para politisi sedang blusukan.  Lebih kaget lagi  ketika dia melihat ke dinding sebelah kanan. Di sana  tertulis doa dalam ukuran yang gampang dibaca: “Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tak ihlas”.

Darman pingsan!

 

Catatan:

Alhamdulillah tulisan ini mendapat apresiasi dari masyarakat: http://www.mikirbae.com/2015/09/menulis-ulang-teks-anekdot.html

Sudah dipakai sebagai contoh dalam buku pelajaran SD terbaru: https://prapratatamama.wordpress.com/politisi-blusukan-banjir/

Kayaknya tulisan ini juga terinspirasi dari anekdot yang saya tulis; http://www.bloggedewek.com/2016/02/tugas-1-menulis-ulang-teks-anekdot.html

13 thoughts on “Politisi Blusukan Banjir

  1. sit tamara says:

    Bagus pak tulisannya,Daming blususkan dan kelenger. Tolong bahas donk pak, kata yang sering kita dengar saat ini : sebetis orang dewasa, sepinggang orang dewasa….padahal betis dan pinggang orang dewasa kan tidak sama tinggi ya (hahaha). Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *