Senyum Cermin Bahagia, Tersenyumlah Indonesia

IMG 20171130 155902 237x300 - Senyum Cermin Bahagia, Tersenyumlah Indonesia

Senyum cermin bahagia, karena senyum bisa jadi indikator  kebahagiaan manusia. Mereka yang jarang senyum bisa diindikasikan karena kurang bahagia.

Biasanya orang jarang senyum memiliki  ruang kehidupan yang sempit. Dunia mereka “hanya selebar daun telinga kucing kampung”, sehingga merasa tak berdaya menghadapi luar lingkungannya. Ketika kehilangan sesuatu yang dianggapnya sangat berharga: kekasih, karier, apalagi harga diri,  langsung putus asa dan galau kelas dewa. Bahkan hanya karena putus cinta,  ada yang nekat mengakhiri hidupnya (read).

Negara yang warganya banyak bunuh diri adalah Singapura. Mereka  terkenal sangat  mahal senyum.  Bahkan bila kita mencoba senyum pada orang Singapura akan dianggap aneh oleh mereka.

Kenapa orang Singapura jarang senyum? Karena ruang  kehidupan mereka sangat sempit dibanding akses kekayaan yang dimilikinya. Luas negara Singapura hanya sekitar 710 kilometer persegi,  jauh lebih sempit bila dibanding satu kabupaten di Indonesia. Bandingkan dengan  Kabupaten Bogor yang luasnya mencapai 2.664 km persegi, lebih dari tiga kali luas negara Singa.

Perekonomian Singapura juga jauh di atas Indonesia, bahkan pendapatan perkapita negara Singa pernah tertinggi di dunia. Semua warga Singapura punya mobil, tapi ketika  memacu kenderaan di jalan raya setengah jam saja,  sudah nyemplung ke laut atau mentok ke perbatasan negara Malaysia.

Sedangkan negara Republik Indonesia  begitu luas, yaitu  1.905 km persegi.  Jarak tempuh pesawat dari ujung barat ke ujung timur Indonesia setara jarak  Jakarta ke Jeddah, Saudi Arabia. Jika ditempuh menggunakan mobil, perlu waktu berminggu-minggu untuk menjelejah  17.504 pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke, dari Mianggas hingga Pulau Rote.

Tersenyumlah Indonesia

Logikanya, bagi warga negara Indonesia  sangat tidak beralasan berfikiran sempit, apalagi terbersit dalam fikiran ingin bunuh diri. Ruang kehidupan kita sangat luas seharusnya  membuat kita murah senyum.  Namun kenyataan masih banyak orang Indonesia berfikiran sempit dan nekad melakukan bunuh diri.

Maka mulai sekarang  perluaslah ruang kehidupan agar kita bisa lebih banyak  tersenyum. Biasakan menghadapi dunia dengan senyum, karena senyum  itu selain sehat juga ibadah, bahkan bisa memperpanjang usia.  Senyum juga akan menggambarkan perasaan kita, bahagia. Maka tersenyumlah wahai Indonesia.

3 thoughts on “Senyum Cermin Bahagia, Tersenyumlah Indonesia

  1. veronica widjaja says:

    banyak yang bilang
    senyum itu bisa menipu….
    karena walau kaku kita bisa tersenyum tapi hati merintih galau
    cie cie cie……
    hanya orang yang besar empati, yang melihat senyum palsu

  2. Elisa says:

    Saya Suka Banget Artikel Bapak yang Senyum dan Bahagia ini, Semoga banyak yang membaca artikel ini, karena bisa menjadi inspirasi bagi orang yang tidak pernah senyum atau jarang senyum, untuk bisa terus senyum karena senyuman itu indah.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *