Sikap Pantas Disebut Dewasa

Mengantar jadi Sarjana oke 150x150 - Sikap Pantas Disebut Dewasa
Mengantar jadi Sarjana

Tidak semua orang pantas disebut dewasa meski sudah tua dan berderet gelarnya.  Dewasa tidak ditentukan oleh usia, harta, status, gelar, maupun jabatan. Dewasa itu diukur berdasarkan kepantasan sikap dan perbuatan yang dilakukan.

Ciri orang dewasa,  tahu kapan dan dimana pantas melakukan atau tidak melalukan suatu perbuatan. Juga tahu dimana dan kapan pantas mengucapkan atau tidak mengucapkan suatu pernyataan. Contoh sikap tidak dewasa seperti dilakukan DR. dr. A. Anwari H. Kertahusada, Sp.KFR, MARS, MHKES, SH. Lelaki berusia 60 tahun tersebut masih mau melakukan perbuatan tidak pantas, yaitu menganiaya dan menodong pistol pada tukang parkir di Gandaria City,  hanya gara-gara uang Rp 5000  (read). 

Sikap yang ditunjukkan Dr Anwar mengindikasikan,   bahwa usia tua, status terhormat, serta sederet gelar akademik belum tentu mampu mengantar seorang jadi dewasa.

Dewasa dan kita

Sebagai dosen yang mengantar mahasiswa jadi sarjana,  seyogyanya  mendorong mahasiswa menjadi sarjana yang dewasa. Tapi  berdasar pengamatan pada mahasiswa yang hampir sarjana, masih ada mahasiswa yang belum mau  jadi dewasa. Terutama mereka yang hobinya ngobrol dan main game di kelas saat dosen memberi kuliah. Juga mereka yang berharap mendapat nilai tinggi tanpa serius berusaha.

Ketika saya bertanya kepada mahasiswa,  apakah ada dosen yang sikapnya  belum dewasa? Mereka tegas bilang ada! Ketika saya tanya apa saja sikap dan tindakan dosen yang dianggapnya belum dewasa? Jawabannya cukup mengejutkan.  Mereka bilang,  ada dosen yang datang ke kelas hanya  ngomong ngelantur jauh dari materi kuliah. Ada dosen yang suka marah bukan pada tempatnya. Ada dosen yang memberi nilai ujian bersadarkan perasaan suka tidak suka. Bahkan ada dosen yang sering ngomong dan bertingkah  tak pantas di depan mahasiswa.

Sayangnya mahasiswa tak mau menyebut nama. Juga tak mau bilang apakah saya termasuk satu di antaranya?  Namun fakta tersebut  layak menjadi introspeksi. Agar siapapun yang merasa, termasuk saya,  lebih hati-hati pada sikap dan tindakan.

Semoga semua guru/dosen bisa menjaga nama baik di mata mahasiswa agar pantas disebut dewasa.

 

 

 

 

 

4 thoughts on “Sikap Pantas Disebut Dewasa

  1. siti aisyah iisip lulus tahun 2000 says:

    Salam//
    Alhamdulillah panjang umur yaa… pa//
    puluhan tahun tak jumpa pa’ Rachman/ ketemunya malah di blog//
    sukses sllu yaa pa//
    saya aisyah, yang pernah di ajarkan bapak di bangku kuliah IISIP Jakarta// mata kuliah BIJ// Kenangan terindah “saya sempat di suruh membaca materi kuliah di depan// hehehe….
    saat ini saya bekerja di tv/ nyambi juga sebagai dosen broadcasting di mercubuana… hingga saat ini//

  2. siti aisyah iisip lulus tahun 2000 says:

    Salam//
    Alhamdulillah panjang umur yaa… pa//
    puluhan tahun tak jumpa pa’ Rachman/ ketemunya malah di blog//
    sukses sllu yaa pa//
    saya aisyah, yang pernah di ajarkan bapak di bangku kuliah IISIP Jakarta// mata kuliah BIJ// Kenangan terindah “saya sempat di suruh membaca materi kuliah di depan// hehehe….
    saat ini saya bekerja di tv/ nyambi juga sebagai dosen broadcasting di mercubuana… hingga saat ini//

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *