Tersandung Pengucapan Kata

Pengucapan kata, terutama di depan publik  perlu hati-hati  agar kata yang disampaikan bisa efektif sesuai harapan. Juga  perlu hati-hati dalam  memilih kata agar tidak tersandung pengucapan kata, yaitu terjerat kasus hukum akibat penyampaian kata.  Ingat ada  ungkapan terkenal dari leluhur, yaitu  ‘mulutmu harimaumu’, artinya, kalau tak bisa mengendalikan lida, maka akan celaka akibat ulah mulutnya sendiri.

Kasus Pengucapan Kata

Barangkali apa yang dialami  Basuki Tjahya Purnama alias Ahok  bisa menjadi contoh. Tokoh yang terkenal ceplas-ceplos tersebut tersandung kasus hukum gara-gara  mengucapkan: ‘Jangan mau dibohongi pakai Al Maidah 51’ ketika dia berbicara di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Ahok detiknews 150x150 - Tersandung Pengucapan Kata
Ahok -detiknews

Pernyataan tesebut  dianggap telah menistakan agama Islam, sehingga  Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa bahwa Ahok telah menistakan ulama dan agama Islam.  Fatwa tersebut memicu terjadi demonstarsi besar-besar di Jakarta  di awal 2017 yang menuntut agar Ahok dihukum. Akibatnya, Kepolisian RI menetapkan Ahok sebagai tersangka pelanggaran Pasal 156a dan 156b KUHP. Lalu Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang bersidang di Jakarta Selatan, memutuskan Ahok bersalah dan divonis dua tahun penjara  (view).   

Saya yakin  Ahok kurang hati-hati  dalam  pengucapan kata Al Maidah. Kalau dia  bilang: “Jangan mau dibohongi politisi menggunakan ayat suci”,  paling yang tersinggug segelintir politisi yang biasa menjual ayat kitab suci.

Mario Teguh bintang 150x150 - Tersandung Pengucapan Kata
Mario -bintangcom

Contoh lain adalah Mario Teguh. Motivator kondang  tersebut dilaporkan ke polisi  oleh Aryani Soenarto karena  menuduh mantan  isterinya itu  ‘berbagi  ranjang dengan pria lain’ (read).  Mario  juga di-bully  masyarakat   gara-gara  menyampaikan pernyataan menyudutkan Ario  Kiswinar, anaknya dari Aryani.  Akibatnya, Mario terpaksa mundur dari layar kaca yang telah membesarkan namanya.

Rizieg Shihab tribunnews 150x150 - Tersandung Pengucapan Kata
Rizieq -tribunnews

Paling banyak tersandung kasus hukum  gara-gara pengucapan kata adalah Rizieq Shihab. Imam Besar FPI itu dilaporkan ke polisi karena: memelesetkan kata  sampurasun bahasa Sunda menjadi campurracun;  mengatakan Pancasila Soekarno, ketuhanan ada di pantat; bilang  kalau Yesus Tuhan, siapa bidannya; dan menyebut Jenderal otak Hansip.

Belum jelas apa yang akan terjadi pada Rizieq akibat berbagai kasus tersebut. Hingga tulisan ini diekspose,  orator ulung tersebut  masih di luar negeri menghindari kasus pornografi. Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq  tersangka  bersama Firza.

Pelajaran berharga

Masih bayak lagi contoh lain, tapi tiga yang disebutkan di atas begitu fenomenal. Tokoh yang biasa menasehati pengikutnya melalui kata,  justru terjerat kasus hukum karena pengucapan kata. Kasus mereka seyogyanya  menjadi pelajaran berharga, agar kita  mampu mengendalikan lida!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *