Wong Palembang

100 55131 300x225 - Wong Palembang
                  Wong Palembang

Wong Palembang alias Orang Palembang  itu unik. Agar tak salah persepsi tentang mereka,  perlu bagi pembaca  memahami  masyarakat  Bumi Sriwijaya tersebut.  Utamanya  agar tidak terjadi miskomunikasi dan misinterpretasi  bila berkomunikasi  dengan mereka yang biasa menyebut dirinya Wong Kito. Tapi karena tulisan ini disajikan oleh Wong Palembang, maka membacanya tak usah terlalu serius.

Orang Palembang sering mengekspresikan diri sebagai orang paling kuat di dunia, paku dan keris sering dibikin jadi sayuran. Paku, bahasa Palembang  berarti pakis dan keris adalah jagung muda (putik jagung). Jangankan paku dan keris, kapal selam dijadikan sarapan. Kapal selam,  yaitu mpek-mpek yang isinya telur.

Tak takut  galak
100 4040 300x225 - Wong Palembang
Mpek-mpek & Brugo

Orang Palembang tidak takut dengan orang dan binatang galak. Bahkan cewek Palembang sangat senang pada cowok galak. Galak, berarti mau, suka, atau doyan. Maka  jangan heran kalau mendengar ada orang Palembang sering bertanya, galak dak?

Sebaliknya, orang Palembang sangat benci pada orang yang berbudi. Berbudi, di sana dibaca bebudi artinya menipu. Inilah mengapa semboyan SBY Berbudi  terpaksa diganti menjadi  SBY – Budiono. Mungkin SBY takut dibilang berbohong oleh  orang Palembang?

Tak ada perbudakan

Suatu hal yang tak mungkin ada di  Palembang  adalah kasus perbudakan. Di Palembang, budak berarti anak kecil, sehingga budak  sangat disayang.  Maka  di Palembang tidak mungkin ada  budak nafsu, karena  budak  belum ada nafsu.

Namun di Palembang jangan mengucap kata ngacok. Orang Palembang sangat jengah mendengar kata itu, karena berarti senggama. Bahkan kalau ada orang bilang  ngacok umakmu pada orang lain pasti ujungnya terjadi perkelahian yang bisa terjadi pembunuhan.

Taksi murah

Kalau berada di Palembang  jangan terkecoh jika diajak naik taksi. Masih banyak orang Palembang yang menyebut angkot itu adalah taksi Misalnya, naik taksi dari Jembatan Ampera ke Tanggo Buntung, artinya naik angkot dari Jembatan Ampera menuju Terminal Tangga Buntung.  Juga jangan heran jika  sopir angkot  bilang mau mencari pesisir. Si sopir bukan sedang mencari pantai, karena pesisir, artinya penumpang.

Semoga tulisan ini membantu wisatawan menikmati  bumi  Wong Kito. Silakan menikmati sambal tampoyak, pindang Meranjat, pepes lais, tekwan, lakso, dan burgo. Jangan lupa juga  mencicipi  aneka mpek-mpek , yaitu mpek-mpek dos, lenjer, tunuh, jangat, lenggang, dan kapal selam!

Selamat menikmati Bumi Sriwijaya yang tahun 2018 menjadi salah satu tuan rumah Asian Games.

100 5575 1024x768 - Wong Palembang
Pagoda di Pulau Kemarau

One thought on “Wong Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *